NUSANEWS.COM || Gunungkidul, 30 September 2026, Pedukuhan Jetis kelurahan Ngipak Kapanewon Karangmojo merayakan tradisi pesta rakyat yang akrab kita sebut bersih dusun atau bersih desa kalau ditingkat kelurahan, tradisi budaya ini bagi masyarakat Gunungkidul merupakan ucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkah dan karunia-Nya kepada kehidupan masyarakat setempat selama setahun penuh, hal ini disampaikan oleh lurah Ngipak Bambang Setiawan dalam sambutannya (Selasa 29 September 2026) selain itu juga tradisi ini merupakan ungkapan permohonan doa sesuai adat Jawa yang dituangkan dengan bentuk ikrar seperti yang dibacakan oleh dukuh Jetis (Prayoga) agar selalu diberikan keselamatan serta kecukupan kebutuhan hidup (gemah ripah loh jinawi) sehingga wilayah tersebut bisa tentram dan damai, bagi petani bisa memperoleh hasil panen melimpah dari apa yang ditanamnya, dan para pedagang diberi penghasilan yang lebih sehingga mampu berkembang besar, serta bagi pegawai atau karyawan bisa bekerja dengan amanah dan memiliki jenjang karir yang meningkat.
Acara bersih dusun atau rasulan ini berlangsung sangat meriah, warga berbondong-bondong memenuhi halaman balai dusun Jetis guna mengikuti jalannya upacara adat tersebut, terlebih dengan adanya penampilan reog Tunas Mudho Budoyo yang boleh tergolong langka atau hampir tidak dimiliki oleh daerah lain karena pelaku budaya reog ini terdiri dari anak anak sekolah dasar yang memiliki kepiawaian dalam memainkan perannya, baik dari prajurit pembawa tombak, pemimpin perang, serta pemain kuda kepang yang fasih dalam menyelaraskan gerakan tubuh dengan indah dan mampu mencuri perhatian di semua mata penonton yang melihatnya, tak heran jika Jetis adalah satu satunya Pedukuhan yang merupakan perintis berdirinya kesenian reog di kelurahan Ngipak Kapanewon Karangmojo seperti di tegaskan Bambang Setiawan.
Bersih dusun pada tahun ini meskipun sederhana namun berjalan dengan lancar dalam menyelesaikan semua rangkaian acara, dari persiapan tempat yang meliputi pemasangan tenda, soun sistem, dan lain lain nya, hingga memasuki acara pokok yaitu kenduri warga, sampai pada acara pentas seni reog yang dilanjutkan pada malam harinya pertunjukan elekton (organ tunggal) semua berlangsung aman terkendali berkat kerja sama yang baik warga Pedukuhan Jetis bersama seluruh panitia yang di ketuai Sumaryono dan Agus Supriyanto.
( Jay )

Social Header