Breaking News

BAMAGMAS DPW DIY Gelar Dialog Kebangsaan, Ajak Pemuda Jadi Penentu Masa Depan Indonesia


NUSANEWS.COM || YOGYAKARTA –
Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAGMAS) DPW Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026, Rabu (28/10/2026), di Kapel Dr. Chris Marantika, STII Jogja. Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah DIY, Polda DIY, BAMAG Nasional, Kampus STII Jogja, serta berbagai pihak yang turut mendukung suksesnya acara.

Mengusung tema “Kalau Bukan Kita, Siapa? Anak Muda, Suara dan Masa Depan Indonesia”, dialog kebangsaan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, memperkuat semangat persatuan, serta mengambil peran nyata dalam membangun masa depan bangsa.

Ketua DPW BAMAGMAS DIY Pdt. Arief Arianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan dialog kebangsaan yang bermakna bagi generasi muda. 
Adapun disampaikan pula ucapan terima kasih kepada lembaga pendukung acara dialog kebangsaan: 

- DPD MUKI SLEMAN 
- STTII Yogyakarta
- UKRIM Yogyakarta 
- STT NAZARENE
- PEMDA DIY 
- DPRD DIY 
- KEMENAG DIY 
- KAPOLDA 
- SSKKI 
- Perkantas Jogja 
- YMC Jogja

Pembimas Kristen DIY, Pdt. Freddy Sihombing, memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi melalui pemukulan gong. Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian dialog yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebangsaan dan tanggung jawab pemuda terhadap masa depan Indonesia.

Sementara itu, Pemerintah Daerah DIY yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Faishol Muslim, S.I.P., M.Si., menyambut baik pelaksanaan dialog kebangsaan tersebut. Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk membangun komunikasi antara generasi muda dan para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat partisipasi anak muda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dialog menghadirkan empat narasumber dari unsur legislatif, kepolisian, akademisi, dan kalangan muda. Keempatnya menyampaikan pandangan serta perspektif berbeda mengenai peran strategis pemuda dalam menjaga persatuan dan menentukan arah pembangunan bangsa.

Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda sebagai penerus kepemimpinan. Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki tugas menerima aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya agar dapat diwujudkan melalui program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurut Nuryadi, penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari forum dialog, audiensi langsung, hingga demonstrasi. Seluruh cara tersebut merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sah, sepanjang dilaksanakan secara tertib, damai, dan tidak anarkis maupun merugikan kepentingan masyarakat lainnya.

Narasumber dari Polda DIY, AKBP Sumantri, S.E., selaku Kasubdit Bhabinkamtibmas, mengingatkan para pemuda yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta agar memanfaatkan masa muda untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih cita-cita. Ia menekankan pentingnya menjaga perilaku serta menghindari tindakan yang bertentangan dengan hukum sehingga generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Dari kalangan akademisi, Rektor UKRIM, Dr. Eka Setyadi, M.Pd.K., menyoroti keistimewaan Yogyakarta sebagai lingkungan yang memiliki potensi besar dalam membangun karakter, mendorong inovasi, dan menumbuhkan semangat perdamaian. Menurutnya, kontribusi bagi Indonesia dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, kemudian berkembang untuk masyarakat DIY dan bangsa secara luas.

Ia juga menekankan bahwa energi dan kreativitas generasi muda perlu diarahkan menjadi kekuatan positif yang mampu menghadirkan perubahan. Melalui persatuan dan suara yang saling menguatkan, pemuda diharapkan mampu mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

Sementara itu, Sekhar Chandra P. Noya, S.H., M.H., yang mewakili perspektif kalangan muda, mengulas perjalanan sejarah Sumpah Pemuda serta relevansinya dengan tantangan generasi masa kini. Ia menekankan bahwa semangat yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata, dengan memanfaatkan potensi, kreativitas, dan energi anak muda untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kontribusi pemikiran, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh narasumber. Penampilan grup vokal STII Jogja yang disertai gerakan lagu turut memeriahkan suasana, baik pada pembukaan maupun penutupan acara, sehingga dialog berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, BAMAGMAS DPW DIY berharap peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan, menyuarakan aspirasi secara bertanggung jawab, serta berkontribusi aktif bagi kemajuan Yogyakarta dan Indonesia. (LH)
© Copyright 2022 - NUSA NEWS