Breaking News

Griya Windunada Rayakan Purnama Kawolu, Teguhkan Spirit Tri Hita Karana dan Kepedulian Sosial


NUSANEWS.COM || SLEMAN,
6 Februari 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Griya Windunada dalam perayaan piodalan ke-7 yang jatuh pada Purnama Kawolu, Senin (2/2/2026). Perayaan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai pengabdian kepada umat dan semangat harmoni kehidupan.
Sejak diresmikan melalui upacara ngenteg linggih pada 20 Januari 2019—yang dipuput oleh 11 Sulinggih serta dihadiri unsur pemerintah dan aparat setempat—Griya Windunada menetapkan Purnama Kawolu sebagai hari pujawali tetap.
 Komitmen tersebut terus dijaga hingga memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan.
Dalam piodalan kali ini, pemujaan ditujukan kepada Shri Bhagavan Visvakarma dengan mengusung ajaran Tri Hita Karana sebagai landasan spiritual. Filosofi ini menekankan pentingnya keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama sebagai kunci kebahagiaan dan kesejahteraan hidup.

Rangkaian upacara Parahyangan ditandai dengan persembahan Byakala, Dhurmenggala, Prayascita, Pengulapan, serta berbagai banten lainnya. Prosesi tersebut dimaknai sebagai penyucian menyeluruh, melambangkan pembersihan Buana Agung atau Jagat Gede, sebelum memohon kehadiran dan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya.

Komitmen terhadap kelestarian alam dalam aspek Palemahan diwujudkan melalui penanaman enam pohon Kalpataru dan tiga pohon Bodhi, serta pelepasan 18 burung perkutut dan sembilan ikan endemik Sungai Boyong. Langkah ini menjadi simbol nyata kepedulian terhadap ekosistem dan keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan tersebut.

Sementara itu, nilai Pawongan tercermin dalam prosesi panugrahan kepada 11 pemedek yang mengikuti upacara. Melalui pembersihan tujuh cakra dan panglukatan dengan tirta suci, umat diajak menyucikan diri dari berbagai kotoran lahir dan batin, dengan harapan memperoleh kejernihan pikiran dan keseimbangan hidup.

Semangat kebersamaan juga melampaui batas komunitas internal. Pada 4 Februari 2026, Griya Windunada menyerahkan donasi pohon Kalpataru kepada GKJ Rewulu, GKJ Demak Ijo, dan GKJ Gamping, serta pohon Tabebuya kepada Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Gamping. Penyerahan tersebut bertepatan dengan perayaan Pekan Doa Sedunia, menjadi simbol persaudaraan dan dialog lintas iman di Sleman.

Melalui perayaan ini, Griya Windunada kembali menegaskan perannya sebagai pusat spiritual yang mengedepankan kesucian, pelestarian alam, dan penguatan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Nn.( Khm)
© Copyright 2022 - NUSA NEWS