Breaking News

WABUP MAMUJU TENGAH LANTIK HIPMA-MATENG YOGYAKARTA, ASPIRASI BEASISWA DAN PELESTARIAN BUDAYA MENGEMUKA


NUSANEWS.COM || YOGYAKARTA
— Kehadiran mahasiswa asal Mamuju Tengah di Yogyakarta tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan identitas dan kebudayaan daerah. Hal tersebut mengemuka dalam pelantikan Pengurus Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Mamuju Tengah (Hipma-Mateng) Yogyakarta yang dilantik langsung oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary Anwar, S.Sos., M.Si., Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta tersebut dihadiri perwakilan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Catur Setyo Ari Nugroho, S.Psi., Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Sulawesi Barat (IKAMA SULBAR) Yogyakarta, Misbahuddin Yamin, S.T., S.H., serta sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Mamuju Tengah.

Pelantikan kepengurusan baru Hipma-Mateng tidak sekadar menjadi agenda organisasi. Pertemuan tersebut berkembang menjadi forum komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan sekaligus gagasan yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan.

Ketua Hipma-Mateng Yogyakarta, Darman Asmali, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Mamuju Tengah yang secara langsung menyempatkan diri bertemu mahasiswa di Yogyakarta.

Menurut Darman, pertemuan tersebut merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa perantauan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi atas kehadiran Bapak Wakil Bupati malam ini, jauh-jauh dari Sulbar hadir untuk menemui kita semua di Yogyakarta.

Kami harap ini menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk kami menyampaikan beberapa aspirasi kami sebagai mahasiswa Mamuju Tengah di Yogyakarta,” kata Darman.

Mahasiswa Dorong Penguatan Identitas Budaya
Salah satu aspirasi yang disampaikan Hipma-Mateng adalah dukungan terhadap fasilitas kebudayaan, terutama pakaian adat Mamuju Tengah dan Sulawesi Barat.
Darman menilai keberadaan mahasiswa daerah di Yogyakarta dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Barat kepada masyarakat luas.
“Kami sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk memberikan dukungan fasilitas kebudayaan, terutama pakaian adat. Guna kami pakai saat pertunjukan di Jogja sebagai bentuk pengenalan pakaian budaya daerah kita,” ujarnya.

Yogyakarta yang menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa dari berbagai daerah dinilai memberikan peluang besar bagi mahasiswa Mamuju Tengah untuk memperkenalkan budaya daerah melalui berbagai kegiatan seni dan kebudayaan.

Aspirasi lainnya menyangkut pendidikan. Hipma-Mateng berharap pemerintah daerah dapat memperluas dukungan beasiswa, khususnya bagi mahasiswa jenjang S1.
“Kami berharap kepada pemerintah untuk menyediakan beasiswa di tingkat S1, termasuk untuk kami mahasiswa yang ada di Jogja, untuk mendukung semangat kami menuntut ilmu di Yogyakarta,” lanjut Darman.

IKAMA Sulbar: Dukungan Jangan Berhenti pada Seremonial
Ketua IKAMA SULBAR Yogyakarta, Misbahuddin Yamin, mengapresiasi langkah Wakil Bupati Mamuju Tengah yang hadir langsung di tengah mahasiswa.
Ia berharap kehadiran tersebut menjadi awal dari dukungan yang lebih konkret terhadap aktivitas mahasiswa Sulawesi Barat di Yogyakarta.
Menurut Misbahuddin, mahasiswa Sulawesi Barat cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan kebudayaan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah.

Salah satunya adalah kegiatan Selendang Sutra yang menjadi salah satu ruang perjumpaan budaya mahasiswa di Yogyakarta.
“Yogyakarta setiap tahun melakukan kegiatan kebudayaan Selendang Sutra dan acara itu dihadiri semua mahasiswa se-Indonesia yang ada di Yogyakarta. Selama ini kami hanya selalu meminjam pakaian adat untuk kami pakai tampil di acara tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan inventaris kebudayaan sehingga mahasiswa tidak lagi bergantung pada fasilitas pinjaman ketika mengikuti kegiatan kebudayaan.
“Kami sangat bersemangat untuk memperkenalkan budaya Sulbar, terutama dalam memperkenalkan pakaian adat kita. Maka untuk itu kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera mendukung kami dalam pengadaan inventaris kebudayaan,” tegas Misbahuddin.
Selain persoalan fasilitas, ia juga mengingatkan pengurus Hipma-Mateng agar menjadikan diskusi sebagai bagian penting dalam kehidupan organisasi mahasiswa.
“Terus menghidupkan ruang-ruang diskusi. Bagaimanapun, diskusi adalah identitas kita sebagai mahasiswa,” pesannya.

Kesbangpol Yogyakarta Buka Peluang Kolaborasi
Dukungan terhadap aktivitas mahasiswa daerah juga disampaikan perwakilan Kesbangpol Kota Yogyakarta, Catur Setyo Ari Nugroho.
Ia menilai organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan generasi muda di luar ruang pendidikan formal.
“Kami sangat mengapresiasi semangat anak muda dalam membangun kualitas diri, tidak hanya di dalam kampus tapi juga dalam bentuk kerja-kerja organisasi,” ujar Catur.

Kesbangpol Kota Yogyakarta, lanjutnya, terbuka terhadap komunikasi dan kolaborasi dengan mahasiswa Sulawesi Barat yang berada di Yogyakarta.
“Kami sangat terbuka jika memang mahasiswa Sulawesi Barat ingin membangun komunikasi dengan pemerintah di Yogyakarta, atau bisa juga kita kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan nantinya,” katanya.

Wabup Mamuju Tengah: Aspirasi Akan Ditindaklanjuti
Menanggapi aspirasi mahasiswa, Wakil Bupati Mamuju Tengah Askary Anwar menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang disampaikan mahasiswa.
Ia bahkan memberikan respons langsung terhadap usulan pengadaan fasilitas kebudayaan.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi atas semangat adik-adik mahasiswa malam ini. Saya bangga karena kalian ingin menggunakan pakaian adat kita dan memperkenalkannya kepada semua yang hadir malam ini, termasuk dari Kesbangpol Kota Jogja,” kata Askary.
Terkait kebutuhan pakaian adat dan fasilitas kebudayaan, Askary meminta pengurus Hipma-Mateng segera menyusun proposal agar dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan anggaran pemerintah daerah.
“Menjawab atas aspirasi yang disampaikan oleh adinda Darman, saya perintahkan untuk segera membuat proposal dan dimasukkan tahun ini, dan kita akan anggarkan di tahun depan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disambut sebagai sinyal positif bagi mahasiswa Mamuju Tengah di Yogyakarta untuk terus mengembangkan kegiatan kebudayaan sekaligus memperkuat identitas daerah di lingkungan perantauan.
Askary juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memberikan perhatian kepada mahasiswa Mamuju Tengah yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
“Insyaallah kami selalu akan mendukung adik-adik mahasiswa di Yogyakarta, dan kalian harus pulang dan menjadi pelaku di daerah kita sendiri,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada aktivitas kritik terhadap pemerintah. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil bagian secara langsung dalam pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang pandai mengkritik, tapi juga mari kita terjun sama-sama untuk membangun daerah kita. Kita tidak melarang kritik karena itu dijamin Undang-Undang, tapi akan lebih baik jika kalian menjadi pelaku untuk kemajuan daerah kita,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus Hipma-Mateng Yogyakarta akhirnya tidak hanya menjadi penanda dimulainya periode kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang mempertemukan mahasiswa, organisasi daerah, dan pemerintah.
Melalui organisasi tersebut, mahasiswa Mamuju Tengah di Yogyakarta diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan, menghidupkan tradisi intelektual, memperkenalkan kebudayaan daerah, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang kelak berkontribusi bagi kemajuan Mamuju Tengah. (LH)
© Copyright 2022 - NUSA NEWS