NUSANEWS.COM || Gunungkidul, 24 Juli 2026, Budaya gotong royong yang dikenal sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dilingkungan tempat tinggal adalah salah satu ciri khas tersendiri bagi masyarakat kabupaten Gunungkidul, bentuk gotong royong tersebut selain kerja sama dalam membangun atau mengerjakan sesuatu pekerjaan (kerja bakti) juga kerja sama dalam membantu warga yang mengalami kesusahan yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti ekonomi maupun bencana alam. Dari uraian tersebut diatas maka banyak bermunculan organisasi maupun komunitas masyarakat yang tumbuh dan berkembang, dengan berpegang pada visi dan misi kepedulian terhadap sosial kemanusiaan. termasuk salah satunya Adalah " Komunitas Cinta Damai ".
Minggu 19 Juli 2026 di suatu acara bersih desa yang berlangsung Gubuk gede kepada awak media, Uty ketua komunitas cinta damai yang turut berpartisipasi pada acara syukuran masyarakat kelurahan Ngalang tersebut dengan membagi bagikan masker kepada pengunjung yang menyaksikan jalannya acara Bersih Desa atau Rasul di rest area Gubuk gede kelurahan Ngalang menyampaikan bahwa Keikut sertaan komunitas kami adalah bentuk kepedulian terhadap masyarakat, karena mengingat kondisi cuaca Gunungkidul kidul yang saat ini kurang bersahabat dengan kondisi ketahanan fisik kita, dimana antara suhu panas pada siang hari dan dingin saat malam hari sangat memiliki perbedaan yang sangat dratis sedangkan debu serta kabut berlomba lomba memenuhi udara, maka semampu kami demi mencegah terjadinya gangguan kesehatan masyarakat yang saat ini sedang bersenang-senang mengikuti kegiatan Bersih Desa, semampu kami untuk membagikan masker dengan harapan bisa bermanfaat dalam mencegah gangguan kesehatan yang akan menyerang masyarakat, ungkap Uty membeberkan alasannya membagikan masker di tengah meriahnya pesta rakyat tersebut.
pernyataan tersebut dibenarkan oleh Imo selaku bendahara komunitas, selain itu juga kegiatan ini juga merupakan bentuk kerjasama yang sedang dibangun antara komunitas Cinta Damai dengan dengan pemerintah kelurahan ngalang bersama Limas dalam menyambut bersih desa saat ini. untuk itu keluarga besar Cinta Damai mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan yang diberikan kepada kami mengabdi kepada masyarakat dalam wujud kepedulian walaupun baru seperti saat ini yang bisa kami jalani, ungkap Imo kepada awak media.
Usai acara bagi bagi masker kepada pengunjung pesta rakyat ( bersih desa ), seluruh anggota komunitas Cinta damai melanjutkan kegiatan bakti sosial dengan mendatangi salah satu warga guna bersilahturahmi serta menyampaikan bingkisan sembakau kepada keluarga Marto Wiyono Rt 02 Rw 12 Kenteng Ngalang Gedangsari mengingat bahwa pasangan keluarga tersebut selain usianya yang sudah tua istrinya mengalami gangguan penglihatan selama 5 tahun yang disebabkan oleh katarak, sementara untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mengandalkan hasil kerja buruh tani anaknya yang bungsu juga di bantu dengan progam bantuan sosial pemerintah serta uluran tangan tangan kasih warga setempat, menurut keterangan anaknya saat di mintai keterangan awak media.
Jainudin sebagai pengawas komunitas Cinta Damai berharap semoga kegiatan ini akan ber kesinambungan sesuai yang dijadwalkan sehingga bisa menjadi contoh bagi komunitas maupun organisasi kemasyarakatan lainnya sehingga motto " peduli masyarakat " bukan lagi menjadi kedok untuk mencari keuntungan pribadi maupun golongan, sebab seperti yang kita dapati dilapangan ternyata masih banyak saudara saudara kita yang hidup kesusahan dijadikan alat segelintir orang untuk menyodorkan proposal mengumpulkan donasi tanpa realisasi yang nyata, selain itu kiranya pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengamati dan merangkul komunitas masyarakat yang memang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai nilai sosial kemanusiaan, sehingga mengerti betul seperti apa mereka dalam menjalankan program kepedulian tersebut terhadap masyarakat, seperti halnya komunitas Cinta Damai yang jelas kita lihat selama ini semua kegiatan sosial kemanusiaan yang sudah dilaluinya, murni di danai dari iuran anggota komunitas yang berjumlah 91 orang dengan satu tekat yang sama yaitu peduli masyarakat, ungkap Jainudin mengakhiri penjelasannya.

Social Header