NUSANEWS.COM || Gunungkidul, 14 Juni 2026, Tuli mengaji, sepertinya terlihat aneh kalo kita fikir namun kenyataan ini ada dan nyata di Gunungkidul, tepatnya Yayasan Santri Amanah di komplek masjid Mujahidin Semanu.menurut keterangan Ustadz Wahyudi ketua sekaligus pendiri Masjid Abdul Aziz pedukuhan Simo kelurahan Genjahan Kapanewon Ponjong kepada awak media menyampaikan bahwa mengaji merupakan kebutuhan pokok bagi umat muslim tanpa terkecuali bagi saudara saudara kita yang memiliki kebutuhan kusus teruma tuna rungu (tuli), lantas seperti apa mereka untuk bisa membaca Al-Quran ? kalimat pertanyaan yang diungkapkan dengan perasaan yang sangat dalam memendam kepedulian yang sangat tinggi terhadap sesama kaum muslim, hal itu tertangkap jelas lensa kamera awak media pada wawancara khusus di kediamannya mengulas untuk topik Tuli mengaji yang sengaja di temui oleh awak media karena keterlibatannya Ustadz Wahyudi sebagai salah satu Ustadz pembimbing para santri dalam mengaji (membaca Al-Quran).
Disampaikan oleh Ustadz bahwa ada satu pengalaman menarik dah sungguh luar biasa yaitu ketika saudara saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus dalam penglihatan (buta) mengadakan pengajian terjadi pemadaman listrik saat membaca Al-Quran, nah inilah yang menjadi istimewanya rasa bersyukur kita atas semua kekurangan serta kelebihan yang diberikan kepada umat-Nya oleh Allah, karena bagi kita yang bisa melihat dalam kondisi listrik padam pasti kita akan terganggu dalam membaca Al-Quran, namun ternyata tidak bagi santri penyandang kebutuhan penglihatan (buta) mereka tetap melantunkan ayat suci tersebut tanpa terusik dengan padamnya listrik. inilah yang akhirnya kami harus peduli dengan saudara saudara kita yang tuna rungu, jelas bukan lagi dengan huruf braille seperti yang digunakan oleh santri penyandang kebutuhan penglihatan namun dengan menggunakan bahasa atau huruf isyarat, tutur Ustadz
lantas bagaimana cara mengajak para penyandang kebutuhan khusus tersebut untuk ikut serta dalam kegiatan pengajian (santri tuli) ?
Disampaikan oleh Ustadz Wahyudi memang tidak mudah dalam merikrut anggota, akan tetapi karena kegigihan dalam menyebar luaskan kebenaran Al-Qur'an bagi umat muslim khususnya penyandang tuna rungu (tuli) di kabupaten Gunungkidul makanya diawali dengan mengajak sanak saudara terdekat kemudian berbagai cara sosialisasi yang ditempuh akhirnya terwujudlah santri tuli ini dengan di dampingi oleh para Ustadz /Ustadzah yang bersertifikat dibidang ini, antara lain
1. Ustadzah Heni S
2. ,, Yuni Astuti
3. ,, Wiryanti
4. Ustadz Sudarman
5. Ustadz Abdul Aziz Wahyudi.
Seperti yang ada dalam pepatah bahwa belajar tak mengenal usia atau keterbatasan fisik bukanlah hambatan dalam meraih ilmu, dari dasar inilah Ustadz Wahyudi mengajak semua handai taulan baik anak anak, remaja maupun orang tua yang memiliki kebutuhan khusus pendengaran (tuna rungu) untuk bergabung dalam pengajian ini (santri tuli) Yayasan Santri Amanah yang ber alamat komplek masjid Mujahidin Semanu tanpa dipungut biaya apapun, bahkan bagi yang tempat tinggalnya jauh sekalipun relawan kami siap untuk antar jemput.
Al-Qur'an adalah syafa'at bagi umat muslim, sehingga adanya pengajian (santri tuli) menjadi bukti bahwa Islam tidak membedakan siapapun pemeluknya, dan seperti apa keadaan fisik yang dimilikinya, di mata Allah semua memiliki hak yang sama untuk mempelajari ilmu-ilmu islamiah melalui kitab suci Al-Qur'an.

Social Header