NUSANEWS.COM || YOGYAKARTA – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Kota (Rakerkot) Tahun 2026 sebagai forum strategis tahunan untuk mengevaluasi program kerja, memperkuat soliditas organisasi, serta menetapkan arah kebijakan menuju KORMI yang profesional dan berdaya saing. Kegiatan berlangsung Sabtu (23/05/2026) di Lantai 3 Gedung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta.
Rakerkot menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen organisasi terhadap tata kelola yang disiplin, akuntabel, dan berbasis partisipasi aktif seluruh elemen KORMI, baik tingkat kemantren maupun INORGA.
Ketua KORMI Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Septi Sri Rejeki, menegaskan bahwa Rakerkot merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di lingkungan organisasi. Karena itu, kehadiran dan kontribusi aktif seluruh anggota dinilai sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta serta memohon maaf atas keterbatasan fasilitas akibat penyesuaian anggaran. Namun demikian, menurutnya, efisiensi tersebut tidak mengurangi kualitas maupun substansi forum kerja.
Rakerkot diikuti pengurus KORMI Kota Yogyakarta, 14 KORMI Kemantren, 10 INORGA anggota tetap, serta lima calon INORGA yang memaparkan kesiapan kelembagaan dan kelengkapan administrasi. Turut hadir tamu undangan dari KORMI DIY, KORMI kabupaten se-DIY, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, serta KONI Kota Yogyakarta.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto, SE., MM, mengapresiasi capaian KORMI Kota Yogyakarta yang dinilai berhasil memaksimalkan penggunaan anggaran serta membangun berbagai program kolaboratif bersama CSR, komunitas, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua KORMI DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, menegaskan pentingnya penguatan olahraga masyarakat yang berfokus pada kebugaran, kesehatan, dan rekreasi sebagai bagian dari pengembangan kualitas hidup masyarakat.
Dalam agenda verifikasi keanggotaan, empat calon INORGA yakni ASIAFI, KBI, KJNI, dan INASSOC resmi ditetapkan sebagai anggota tetap KORMI Kota Yogyakarta. Sedangkan PKBSI berstatus anggota sementara hingga melengkapi administrasi yang diperlukan.
Forum juga menghasilkan keputusan tegas bahwa KORMI Kemantren dan INORGA anggota tetap yang tidak mengirimkan perwakilan pada Rakerkot tidak akan menerima hibah tahun ini. Kebijakan tersebut menjadi langkah nyata KORMI Kota Yogyakarta dalam menegakkan kedisiplinan organisasi serta mendorong partisipasi aktif seluruh anggota.
Rakerkot 2026 menegaskan komitmen KORMI Kota Yogyakarta untuk terus membangun organisasi yang kuat, tertib, dan profesional dalam mendukung kemajuan olahraga masyarakat. (LH)

Social Header